Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Lady’

Komik Jepang zaman sekarang penampakannya lebih variatif. Desain sampulnya dibuat full color dan memanfaatkan seluruh permukaan kertas untuk digambar. Desainnya juga tidak pakai pakem. Ukuran bebas. Tema dan cerita juga sangat berkembang pesat, makin kreatif dan inovatif. Mayoritas, cara bacanya sudah mengikuti teknik Jepang yakni dari kanan ke kiri (seperti cara baca Al-Quran).

Sebelumnya komik Jepang dibagi jadi beberapa kategori: Serial Candy’s, Serial Cantik, Serial Misteri, dll. :) Gaya menggambarkan manusia juga khas sekali; bola mata besar berbinar-binar, rambut keriting atau lurus panjang menjuntai, dress yang mengembang, dan cowok-cowok yang ciamik. Yang unik, sampul komik zaman dulu bisa dilepas. Bagian luar berwarna, kalau dilepas jadi cuma dua warna. Kadang putih-oranye, putih-hijau, putih biru, pokoknya ada warna putih. Gambar di sampulnya dikasih kotak. Tepi bagian atas diberi list untuk nulis “Buku Komik Elex Media Komputindo”.

Yang mau saya ceritakan sekarang adalah mengenai komik Lady karya Yoko Hanabusa. Pertama kali dipublikasikan di Jepang tahun 1987, di Indonesia sendiri pada tahun 1996. Yak, komik jadul. Di sampul buku masih tertempel sticker harga Rp 3.800,00. Tahun 1996 sih saya masih umur 6 tahun. Saya tau komik ini pertama kali dari tante saya, Tante Poppy. Tahun 1999 (saya kelas 3 atau 4 SD), setelah menikah, Tante Poppy pindah dari rumah orangtuanya ke rumah pribadi yang letaknya persis di samping kiri rumah saya. Kita jadi tetangga. Sewaktu pindahan itulah saya dikasih lungsuran komik banyak banget. Termasuk komik Lady ini.

Komik Lady 1 DhienarKomik Lady 2 Dhienar

Komik Lady 3 DhienarKomik Lady 4 Dhienar

Komik Lady 5 DhienarKomik Lady 6 Dhienar

Komik Lady 7 DhienarKomik Lady 8 Dhienar

Komik Lady 9 DhienarKomik Lady 10 Dhienar

Komik Lady 11 Dhienar

Sinopsis cerita:

Lady berkisah tentang cewek blaster Jepang-Inggris bernama Rin Midorikawa (iya, mata besar berbinar-binar dengan rambut merah keriting mengembang) yang bertekad untuk bisa jadiseorang lady sejati yang anggun, baik hati, tegar, dan cantik (kalimat ini selalu diulang sampai saya hapal). Ayahnya (George Russel Marbel) adalah putra mahkota Inggris. Istri pertamanya meninggal dan punya anak cewek (mata besar berbinar-binar dengan rambut lurus) namanya Sella Russel. Ayah Rin menikah dengan ibunya Rin yang orang Jepang sewaktu ada tugas ke Jepang. Sayangnya hubungan ini tidak disetujui dan diakui oleh ayah George atau kakek Rin (Duke Waughan). Ibunya Rin meninggal karena kecelakaan sewaktu mereka berniat pindah ke Inggris. Karena Rin nggak diakui, Rin jadi luntang-lantung Inggris dan Jepang. Si ayah menikah lagi dengan janda licik beranak dua (Baroness Moudolin). Anak-anaknya bernama Thomas dan Mery. Sama liciknya. Rin selalu punya dukungan dari kakaknya Sella dan juga dari kakak-beradik yang bergelar Earl (Arthur dan Edward). Rin dan Sella sama-sama mengagumi Arthur, tapi Edward suka Rin. Mereka dekat satu sama lain karena menukai olahraga berkuda. Seringpula ikut turnamen disana-sini. Di Jepang, Rin tinggal bersama kakek dan nenek, punya sahabat dan punya musuh pula. Rin berjuang keras agar dapat diakui sebagai keluarga oleh kakeknya (Duke) dan disenangi semua teman termasuk oleh ibu dan saudara tirinya.

Saya tidak ingat nomor seri komik yang dikasih Tante Poppy yang mana aja. Komik ini terdiri atas 12 nomor. Tamat di nomor 12, tapi yang saya dapat bolong-bolong. Bertahun-tahun saya cuma bisa nebak-nebak si Rin ini jadi nikah sama siapa, si Sella sama siapa, debut mereka sebagai lady kayak apa, dll. Komik ini cukup daleeemm untuk dihayati, tapi ya itu..gue ga punya yang nomor 12! *bold* *italic*

Sedikit lebay, saya menjalani hidup saya sebagai remaja dengan dilanda penasaran. Kalau diajak ke pameran buku, saya nggak pernah menemukan nomor 12. Nggak masalah kalau nomor tengah nggak ada, yang penting kan ending. Pasrah deh. Sampai pada suatu hari (Sabtu tanggal 6 Juni 2009), saat itu saya yang berstatus sebagai mahasiswi IPB semester-2-mau-masuk-ke-semester-3, iseng ke Bara (nama jalan) untuk beli makan. Iseng mampir masuk ke toko buku bekas yang letaknya dekat dengan gerbang Berlin.

*KLIMAKS*

Saya menemukan Lady nomor 12 tersempil manis!

Komik Lady 12 Dhienar

Lady #12

full collection Lady Dhienar

Ciee.. akhirnya lengkap sudah koleksi Lady.

Nggak perlu mikir. Langsung saya beli dengan harga Rp 5.000,00. Perlukah saya kasih tau ending-nya ke kalian? Sorry ya, nggak bisa segampang itu. Saya saja perlu sepuluh tahun buat tau! Hahaha. :)

catatan: kalau ada yang nanya kenapa ada yang nggak bersampul, itu karena emang nemu di toko bukunya sudah dalam kondisi demikian. Hiks.

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: